Kedewasaan
Antara Persahabatan
Maulidfi
Lidiana & Angga Tiara Wardaningtias
Setiap
orang pasti mempunyai kenangan tersendiri yang tak mungkin hilang dalam memori
ingatan.Termasuk aku yang mempunyai banyak kisah dari kisah terkonyol sampai kisah menyedihkan.
Pagi
ini pagi yang cerah.Aku terbangun dari tidur panjangku. Ku buka jendela kamarku terlihat
tetesan embun di rumput dan ku lihat wanita separuh baya sedang menyiram
tanaman yang ada di halaman rumah. Wanita itu adalah malaikatku yang
selalu memberi
inspirasi penyemangat, pelindung,
dan yang telah melahirkanku ke dunia menjagaku sampai aku sebesar ini.
“Pagi
Monic” (dari halaman rumah ibu menyapaku)
“Pagi
juga bu” (ujarku membalasnya sambil tersenyum)
Ibu
kembali menyiram tanaman dan aku bergegas ke kamar mandi.Hari ini dalan hari
libur sekolah.Tapi hari ini aku akan pergi ke took buku untuk mebeli novel
terbaru.”Good Fight (ada yang salah dengan cinta)” penulis “Christian
Simamora”.Aku penggemar novel sudah puluhan novel yang telah aku baca banyak
inspirasi yang aku dapatkan tentang cinta, motivasi, biografi, politik dan yang
lain – lain.
“Ibu
aku akan pergi dulu ya?”
“mau
kemana? Ngeluyur sama teman – teman atau mau minggat dari rumah?”
“nggaklah
bu. Mau ke toko
buku”
“ok
hati – hati cepet pulang lo monic !”
“siap
bos”
Setelah
beberapa menit aku telah sampai di toko
buku aku mulai mencari novel yang aku melihat satu persatu aku pandang dengan
teliti dan penuh kesabaran untuk menemukannya. Sudah cukup lelah
keliling toko
buku yang luasnya 30 x 8.Akhirnya aku temukan novel yang aku inginkan hanya
tinggal satu dengan cepat aku mengambil namun ternyata ada cowok yang juga
mengambilnya bersamaan denganku.
“Kenalkan
namaku Leo (kata cowok itu sambil menjulurkan tangannya)”
“Aku
monica.”
“Kamu
ingin membeli novel ini?
(kata lelaki yang ingin membeli novel itu juga )”
“iya,
kamu juga (ujarku)”
“Beneran?
serius?”
“Iya
serius”
“Terima
kasih sepertinya aku kenal kamu. Kamu itu kakak kelasku? Iya benar? Kamu kakak
kelasku XII Ipa 1. “
“hahaha
iya kita sekolah”
Beberapa
saat kemudian hari berganti hari bulan berganti bulan aku dan kak Leo semakin
akrap.Telah banyak kisah yang aku telah kita ukir bersama. Seantero sekolah pun
mengerti mengira kita adalah
sepasang kekasih atau pacaran. Aku dan kak Leo hanya sebatas kakak dan
adik. Ibuku pun mengerti aku
menganggap kak Leo
seperti kakak ku sendiri.
“Monic…Monic”(Saras
sahabatku memanggilku)”
“Hey
Saras ada apa?” (ujarku sambil member senyuman)”
“Kamu
pacaran ya sama kak Leo?”
“Enggak
kok kita adik kakak. Kenapa?”
“oh
( Saras tersenyum)”
“Kak
Leo itu keren ya? pinter
? banyak
fansnya? kapten
basket lagi? perfect”
“iya..Iya
kamu suka ya?”
“eh,
enggak kok…(tersipu malu)”
Saras
sahabatku yang bawel tapi
menyenangkan.Tiap hari selalu rajin bertanya tentang kak Leo dari sorot
pandangan matanya dan tingkah lakunya sudah nampak kalau Saras naksir kak Leo
dan jika aku berjalan berdua dengan kak Leo, wajahnya terlihat cemberut.Aku
mengerti apa yang dirahasiakan Saras.Dia mengagumi kak Leo, tapi tidak mau
mengatakan sebenarnya kepadaku.
Dua
hari lagi kak Leo ulang tahun yang ke 18, aku akan membuat sesuatu yang special
buat kakakku,orang yang selalu dad buatku dalam kesurahan.Dialah kakak
sekaligus sahabat.Semua persiapan untuk hari special untuk kak Leo aku
persiapkan dengan baik.Membeli sepatu couple dan membuat kartu yang berisi kata
– kata special berjumlah 18 kartu dan mencari mencari tempat untuk merayakan
ulang tahun kak Leo dengan kesibukanku aku tidak memperdulikan kak Leo.Kak Leo
mengajakku nonton bareng,pergi ke toko
buku,jalan – jalan pulang sekolah.Aku tolak semua itu karena aku sibuk untuk
persiapan ulang t ahun dia.
Tiba
pada waktunya aku berangkat sekolah pagi banget membawa segala bahan dan alat –
alat untuk merayakan ulang tahun.Pertama aku meletakkan kartu ucapan di bangku
yang berisi “Maaf brother selama beberapa hari ini aku tidak pernah ada waktu
untukmu, jika aku special untukmu maka kamu temui aku di taman belakang
sekolah,tapi tolong sebelum ke taman belakang sekolah tolong ambilkan buku
tugasku di pak Roni penjaga perpus.Setelah bel pulang aku mengintip dari
kejauhan, ternyata kak Leo pergi ke perpus menemui pak Roni.
“Siang
pak”
“Siang
Leo.Ada apa?koo belum pulang?
“Mau
ngambil buku tugas Monica pak”
“oh..Tugas
Monica.(Pak Roni member sebuah amplop yang berisi kartu ucapan ke dua)”
“Loh
kok amplop pak?(Leo mulai merasa di kerjai dengan adiknya isi dari kartu ucapan
itu “Terimakasih kakak sudah mengambil amplopnya ,selanjutnya ikuti butiran –
butiran kertas,jika menemukan kartu berwarna biru ambilah.
“Terus
melangkah kak.”(Leo menemukan kartu kedua)
“Terus
melangkah.”(Leo menemukan kartu ke tiga sampai kartu ke 17)
Dan
kartu ucapan terakhir bertuliskan” Happy Brith day” kakakku.Kakak yang telah
mengisi hari – hariku yang penuh canda dan tawa.Kakak yang nyebelin tapi
ngangenin.Sekali lagi Happy
Brithday.Terus melangkah ketaman.”
Sesampainya
di taman kak Leo tersenyum manis kepadaku dan meniup lilin pada kue tar yang
aku berikan.Pelukan erat yang tak mampu aku lepas.Senang rasanya bisa merayakan hari ulang
tahun kakakku.Sebuah kenangan yang tak mungkin aku lupakan dan setelah itu kak
Leo membawa ku ketempat dimana tempat itu banyak sekali kisah yang aku dan kak
Leo lakukan. Tempat yang aku Tempat yang aku maksud adalah sebuah Gasebo unik
di tengah sawah bersama ribuan burung dan suara – suara hewan menemani aku dan
kak Leo.Kak Leo pun menyatakan suka sama aku,maukah kamu jadi pacarku?”. Aku tidak
menjelaskan karena aku tau sahabatku Saras suka padanya, walau berat hatiku
menerima kenyataan ini, aku pun menyimpan perasaan yang sama kepada kak Leo.Apa
pun yang terjadi sahabatlah yang terpenting.
Keesokan
harinya aku duduk termenung di bangku kelas.Tidak peduli keadaan yang ada di
kelas atau di luar kelas.
“Pagi
Monic.. Pagi – pagi sudah
cemberut,terus ngelamun,
aku sudah tau kok apa yang sudah terjadi.Kak Leo sudah cerita semua.Ya kamu
malah mementingkan
persahabatan kita.Cinta itu tidak untuk di paksa mo, kak Leo sayang dan cinta kepada
mu dan aku harus sadar itu Aku harus merelakan kak Leo untuk mu.Aku akan
bersikap dewasa.”
“Loh
kok tau?”
“Iya
cepatlah ke kak Leo dia sudah nunggu di taman sekolah”
Persahabatan
yang tak bisa
hancur karena kedewasaan.
Bondowoso, 1 Oktober 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar