Selasa, 07 Oktober 2014

Cerpen (masih belajar)



Kedewasaan Antara Persahabatan
Maulidfi Lidiana & Angga Tiara Wardaningtias


Setiap orang pasti mempunyai kenangan tersendiri yang tak mungkin hilang dalam memori ingatan.Termasuk aku yang mempunyai banyak kisah           dari kisah terkonyol sampai kisah menyedihkan.
Pagi ini pagi yang cerah.Aku terbangun dari tidur panjangku. Ku buka jendela kamarku terlihat tetesan embun di rumput dan ku lihat wanita separuh baya sedang menyiram tanaman yang ada di halaman rumah. Wanita itu adalah malaikatku yang selalu memberi inspirasi penyemangat, pelindung, dan yang telah melahirkanku ke dunia menjagaku sampai aku sebesar ini.
“Pagi Monic” (dari halaman rumah ibu menyapaku)
“Pagi juga bu” (ujarku membalasnya sambil tersenyum)
Ibu kembali menyiram tanaman dan aku bergegas ke kamar mandi.Hari ini dalan hari libur sekolah.Tapi hari ini aku akan pergi ke took buku untuk mebeli novel terbaru.”Good Fight (ada yang salah dengan cinta)” penulis “Christian Simamora”.Aku penggemar novel sudah puluhan novel yang telah aku baca banyak inspirasi yang aku dapatkan tentang cinta, motivasi, biografi, politik dan yang lain – lain.
“Ibu aku akan pergi dulu ya?”
“mau kemana? Ngeluyur sama teman – teman atau mau minggat dari rumah?”
“nggaklah bu. Mau ke toko buku”
“ok hati – hati cepet pulang lo monic !”
“siap bos”
Setelah beberapa menit aku telah sampai di toko buku aku mulai mencari novel yang aku melihat satu persatu aku pandang dengan teliti dan penuh kesabaran untuk menemukannya. Sudah cukup lelah keliling toko buku yang luasnya 30 x 8.Akhirnya aku temukan novel yang aku inginkan hanya tinggal satu dengan cepat aku mengambil namun ternyata ada cowok yang juga mengambilnya bersamaan denganku.
“Kenalkan namaku Leo (kata cowok itu sambil menjulurkan tangannya)”
“Aku monica.”
“Kamu ingin membeli novel ini? (kata lelaki yang ingin membeli novel itu juga )”
“iya, kamu juga (ujarku)”
“Beneran? serius?”
“Iya serius”
“Terima kasih sepertinya aku kenal kamu. Kamu itu kakak kelasku? Iya benar? Kamu kakak kelasku XII Ipa 1. “
“hahaha iya kita sekolah”
Beberapa saat kemudian hari berganti hari bulan berganti bulan aku dan kak Leo semakin akrap.Telah banyak kisah yang aku telah kita ukir bersama. Seantero sekolah pun mengerti mengira kita adalah sepasang kekasih atau pacaran. Aku dan kak Leo hanya sebatas kakak dan adik. Ibuku pun mengerti aku menganggap kak Leo seperti kakak ku sendiri.
“Monic…Monic”(Saras sahabatku memanggilku)”
“Hey Saras ada apa?” (ujarku sambil member senyuman)”
“Kamu pacaran ya sama kak Leo?”
“Enggak kok kita adik kakak. Kenapa?”
“oh ( Saras tersenyum)”
“Kak Leo itu keren ya? pinter ? banyak fansnya? kapten basket lagi? perfect”
“iya..Iya kamu suka ya?”
“eh, enggak kok…(tersipu malu)”
Saras sahabatku yang bawel tapi  menyenangkan.Tiap hari selalu rajin bertanya tentang kak Leo dari sorot pandangan matanya dan tingkah lakunya sudah nampak kalau Saras naksir kak Leo dan jika aku berjalan berdua dengan kak Leo, wajahnya terlihat cemberut.Aku mengerti apa yang dirahasiakan Saras.Dia mengagumi kak Leo, tapi tidak mau mengatakan sebenarnya kepadaku.
Dua hari lagi kak Leo ulang tahun yang ke 18, aku akan membuat sesuatu yang special buat kakakku,orang yang selalu dad buatku dalam kesurahan.Dialah kakak sekaligus sahabat.Semua persiapan untuk hari special untuk kak Leo aku persiapkan dengan baik.Membeli sepatu couple dan membuat kartu yang berisi kata – kata special berjumlah 18 kartu dan mencari mencari tempat untuk merayakan ulang tahun kak Leo dengan kesibukanku aku tidak memperdulikan kak Leo.Kak Leo mengajakku nonton bareng,pergi ke toko buku,jalan – jalan pulang sekolah.Aku tolak semua itu karena aku sibuk untuk persiapan ulang t ahun dia.
Tiba pada waktunya aku berangkat sekolah pagi banget membawa segala bahan dan alat – alat untuk merayakan ulang tahun.Pertama aku meletakkan kartu ucapan di bangku yang berisi “Maaf brother selama beberapa hari ini aku tidak pernah ada waktu untukmu, jika aku special untukmu maka kamu temui aku di taman belakang sekolah,tapi tolong sebelum ke taman belakang sekolah tolong ambilkan buku tugasku di pak Roni penjaga perpus.Setelah bel pulang aku mengintip dari kejauhan, ternyata kak Leo pergi ke perpus menemui pak Roni.
“Siang pak”
“Siang Leo.Ada apa?koo belum pulang?
“Mau ngambil buku tugas Monica pak”
“oh..Tugas Monica.(Pak Roni member sebuah amplop yang berisi kartu ucapan ke dua)”
“Loh kok amplop pak?(Leo mulai merasa di kerjai dengan adiknya isi dari kartu ucapan itu “Terimakasih kakak sudah mengambil amplopnya ,selanjutnya ikuti butiran – butiran kertas,jika menemukan kartu berwarna biru ambilah.
“Terus melangkah kak.”(Leo menemukan kartu kedua)
“Terus melangkah.”(Leo menemukan kartu ke tiga sampai kartu ke 17)
Dan kartu ucapan terakhir bertuliskan” Happy Brith day” kakakku.Kakak yang telah mengisi hari – hariku yang penuh canda dan tawa.Kakak yang nyebelin tapi ngangenin.Sekali lagi Happy Brithday.Terus melangkah ketaman.”
Sesampainya di taman kak Leo tersenyum manis kepadaku dan meniup lilin pada kue tar yang aku berikan.Pelukan erat yang tak mampu aku lepas.Senang rasanya bisa merayakan hari ulang tahun kakakku.Sebuah kenangan yang tak mungkin aku lupakan dan setelah itu kak Leo membawa ku ketempat dimana tempat itu banyak sekali kisah yang aku dan kak Leo lakukan. Tempat yang aku Tempat yang aku maksud adalah sebuah Gasebo unik di tengah sawah bersama ribuan burung dan suara – suara hewan menemani aku dan kak Leo.Kak Leo pun menyatakan suka sama aku,maukah kamu jadi pacarku?”. Aku tidak menjelaskan karena aku tau sahabatku Saras suka padanya, walau berat hatiku menerima kenyataan ini, aku pun menyimpan perasaan yang sama kepada kak Leo.Apa pun yang terjadi sahabatlah yang terpenting.
Keesokan harinya aku duduk termenung di bangku kelas.Tidak peduli keadaan yang ada di kelas atau di luar kelas.
“Pagi Monic.. Pagi – pagi sudah cemberut,terus ngelamun, aku sudah tau kok apa yang sudah terjadi.Kak Leo sudah cerita semua.Ya kamu malah mementingkan persahabatan kita.Cinta itu tidak untuk di paksa mo, kak Leo sayang dan cinta kepada mu dan aku harus sadar itu Aku harus merelakan kak Leo untuk mu.Aku akan bersikap dewasa.
“Loh kok tau?”
“Iya cepatlah ke kak Leo dia sudah nunggu di taman sekolah”
Persahabatan yang tak bisa hancur karena kedewasaan.
                       
Bondowoso, 1 Oktober 2014